Sebelum berbicara
mengenai manusia dan keadilan, disini saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa
yang dimaksut dengan keadilan. Tentunya kata “adil” sudah tidak asing lagi di
telinga kita. Tapi apakah selama ini kita sudah mengerti apa makna sesungguhnya
dari kata “adil”?
Banyak pendapat dari setiap orang
tentang pengertian adil. Secara umum pengertian adil adalah sama rata, seimbang,
tidak berat sebelah, dan lainnya. Namun dalam hal tertentu pengertian seimbang
itu kuranglah cocok.
Sebagai perbandingannya
saya akan memberikan beberapa contoh. Yang pertama adalah tentang keadilan yang
adala di dalam ruang likup keluarga. Disini saya mengambil contoh yang mudah
saja, yaitu adalah tentang keadilan uang saku antara adik dan kakak. Seorang adik
yang berusia 7tahun dan baru duduk di bangku sekolah dasar kelas dua diberikan
uang saku dua ribu rupiah perhari. Sedangkan sang kakak adalah seorang
mahasiswi yang di berikan uang saku duapuluh ribu rupiah perharinya. Jika kita
menggunakan pengertian adil yang “seimbang” disini tentulah titak cocok. Karena
sudah terliat jelas bahwa uang saku sang kakak jauh lebih besar dibanding
adiknya. Namun jika kita jauh berpikir ke dalam, keadaan ini sangatlah adil. Karena
kebutuhan sang kakak yang seorang mahasiswi jauh lebih besar dari pada
kebutuuhan adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Jadi tidaklah aneh
jika uang saku sang kakak jauh lebih besar dari pada sang adik. Jika uang saku
mereka di sama ratakan maka tentulah keadaan ini akan membuat sang kakak merasa
tidak mendapatkan keadilan.
Dari contoh diatas saya menyimpulkan bahwa keadilan dapat
dilihat dari berbagai sisi, dan otomatis kata “adil” akan memiliki arti yang
berbeda-beda. Dan kita sebagai manusia tentunya harus bisa bersikap adil dengan
sesama di dalam menjalani kehidupan ini.
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar