Jumat, 02 November 2012

MANUSIA DAN KEADILAN



Sebelum berbicara mengenai manusia dan keadilan, disini saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksut dengan keadilan. Tentunya kata “adil” sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi apakah selama ini kita sudah mengerti apa makna sesungguhnya dari kata “adil”?
          Banyak pendapat dari setiap orang tentang pengertian adil. Secara umum pengertian adil adalah sama rata, seimbang, tidak berat sebelah, dan lainnya. Namun dalam hal tertentu pengertian seimbang itu kuranglah cocok.
 Sebagai perbandingannya saya akan memberikan beberapa contoh. Yang pertama adalah tentang keadilan yang adala di dalam ruang likup keluarga. Disini saya mengambil contoh yang mudah saja, yaitu adalah tentang keadilan uang saku antara adik dan kakak. Seorang adik yang berusia 7tahun dan baru duduk di bangku sekolah dasar kelas dua diberikan uang saku dua ribu rupiah perhari. Sedangkan sang kakak adalah seorang mahasiswi yang di berikan uang saku duapuluh ribu rupiah perharinya. Jika kita menggunakan pengertian adil yang “seimbang” disini tentulah titak cocok. Karena sudah terliat jelas bahwa uang saku sang kakak jauh lebih besar dibanding adiknya. Namun jika kita jauh berpikir ke dalam, keadaan ini sangatlah adil. Karena kebutuhan sang kakak yang seorang mahasiswi jauh lebih besar dari pada kebutuuhan adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Jadi tidaklah aneh jika uang saku sang kakak jauh lebih besar dari pada sang adik. Jika uang saku mereka di sama ratakan maka tentulah keadaan ini akan membuat sang kakak merasa tidak mendapatkan keadilan.
Dari contoh diatas saya menyimpulkan bahwa keadilan dapat dilihat dari berbagai sisi, dan otomatis kata “adil” akan memiliki arti yang berbeda-beda. Dan kita sebagai manusia tentunya harus bisa bersikap adil dengan sesama di dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar